Hosting lama penuh, lambat, atau supportnya hilang — alasan pindah yang wajar. Yang ditakuti biasanya domain “hilang” atau email perusahaan putus. Migrasi yang rapi bisa dijadwalkan dan diuji sebelum DNS diganti.

Urutan yang aman

  1. Backup penuh (file + database) dari hosting lama.
  2. Restore ke hosting baru, uji dengan hosts file atau subdomain sementara.
  3. Pastikan form, login admin, dan pembayaran masih jalan.
  4. Turunkan TTL DNS sehari sebelumnya, lalu arahkan A/CNAME.
  5. Pasang ulang SSL, cek email (MX) — sering terpisah dari web.
  6. Pantau 24–48 jam, baru matikan akun lama.

Yang sering terlewat

Redirect URL lama, Google Search Console, dan cron backup. Artikel terkait: domain, SSL, email dan pilih hosting.

JokulDigital bisa bantu migrasi sebagai bagian perawatan setelah akses dicek. Ceritakan kondisi situsnya lewat brief.